MiLab CER Noul menggunakan pewarnaan otomatis, pencitraan, dan analisis kecerdasan buatan untuk skrining kanker serviks / Atas perkenan Noul
Noul, sebuah perusahaan teknologi medis Korea yang berspesialisasi dalam alat diagnostik berbasis kecerdasan buatan (AI), telah memasuki pasar Indonesia melalui perjanjian pasokan pertamanya untuk sistem skrining kanker serviks otomatis seiring dengan upaya negara Asia Tenggara untuk meningkatkan layanan pencegahan.
Perusahaan tersebut mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya menandatangani perjanjian dengan distributor peralatan medis Indonesia dan berencana untuk memasok setidaknya 50 unit miLab CER ke institusi medis lokal dan jaringan laboratorium selama tiga tahun.
Noul mengatakan pihaknya awalnya akan bekerja sama dengan rumah sakit, pusat pemeriksaan dan jaringan laboratorium sebelum mencari peluang di pasar pengadaan publik di Indonesia.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan persetujuan peraturan untuk miLab CER di beberapa pasar Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Filipina, sehingga memberikan landasan untuk ekspansi lebih lanjut di wilayah tersebut.
Indonesia, dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, merupakan pasar layanan kesehatan terbesar di Asia Tenggara, menurut Noul, yang mengatakan bahwa kanker serviks memberikan beban yang signifikan bagi perempuan di negara ini.
Noul mengatakan Indonesia berencana untuk memasukkan pemeriksaan kanker serviks dalam program pemeriksaan kesehatan gratis mulai tahun ini dan memperluas pemeriksaan kepada sekitar 68 juta wanita berusia 30 hingga 69 tahun.
Perusahaan mengatakan inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat skrining dari sekitar 7 persen menjadi 75 persen pada tahun 2030, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan untuk infrastruktur skrining dan diagnostik.
MiLab CER mengotomatiskan pewarnaan, pencitraan, dan analisis slide sel serviks dengan bantuan AI dalam perangkat yang ringkas, menurut Noul.
Noul mengatakan sistem ini dirancang untuk menyederhanakan alur kerja pengujian di lingkungan medis dengan personel patologi dan infrastruktur dasar yang terbatas.
Noul mengatakan Indonesia merupakan pasar penting bagi perluasan bisnis diagnostik kanker serviks perusahaannya di Asia Tenggara.
“Kami akan terus memperluas pasokan solusi diagnostik kanker serviks sambil mempertimbangkan lingkungan layanan kesehatan dan permintaan pasar di setiap negara,” katanya.
Noul menambahkan bahwa produk miLab saat ini digunakan di lebih dari 30 negara, dengan portofolionya mencakup diagnostik malaria, analisis darah, dan skrining kanker serviks.
Artikel ini diterbitkan dengan bantuan AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.


