Telkom Indonesia sedang merampingkan struktur grupnya dari 68 anak perusahaan menjadi 18 entitas sebagai bagian dari transformasi yang lebih luas yang bertujuan untuk mempertajam fokus portofolio, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat penciptaan nilai.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengurangi jumlah anak perusahaan seiring dengan transisi dari perusahaan induk operasional menjadi perusahaan induk strategis.
Restrukturisasi ini bertujuan untuk menciptakan struktur grup yang lebih ramping dan fokus, dimana Telkom diharapkan berkonsentrasi pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, sinergi grup, dan penciptaan nilai.
Dony Oskaria, Kepala Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Chief Operating Officer Danantara Indonesia, bertemu dengan manajemen Telkom untuk membahas kemajuan proses streamlining dan transformasi perusahaan.
Transformasi diarahkan dari holding operasional menjadi holding strategis, dengan fokus Telkom pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, sinergi grup, dan penciptaan nilai, demikian keterangan yang diposting di akun Instagram resmi BUMN.Id pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Di bawah struktur baru ini, perusahaan operasional Telkom, atau OpCos, akan mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap aktivitas bisnis sehari-hari di seluruh lini bisnisnya.
Sementara itu, Telkom akan fokus pada pengelolaan keseluruhan portofolio dan arahan strategis grup dibandingkan mengawasi langsung operasional harian anak-anak perusahaannya.
Perusahaan yang beroperasi untuk fokus pada operasi sehari-hari
Restrukturisasi ini akan menempatkan fungsi operasional dalam masing-masing OpCo, sehingga setiap entitas bisnis dapat fokus pada aktivitas inti dan pasarnya.
Pemisahan ini diharapkan memungkinkan Telkom untuk berkonsentrasi pada fungsi-fungsi strategis di tingkat yang lebih tinggi, termasuk menetapkan arah portofolio grup, mengalokasikan modal, dan memperkuat tata kelola di seluruh bisnisnya.
Perampingan ini juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan menciptakan sinergi yang lebih besar antar entitas bisnis Telkom sekaligus mengurangi kompleksitas dalam struktur grup.
Dengan mengurangi jumlah anak perusahaan, Telkom bertujuan untuk menciptakan struktur perusahaan yang lebih efisien dan meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolionya.
Telkom fokus pada penciptaan nilai
Peralihan ke model holding strategis diperkirakan akan mengubah peran Telkom dalam grup, dimana perusahaan induk mengambil peran yang lebih aktif dalam menetapkan strategi jangka panjang dan alokasi modal sambil menyerahkan pelaksanaan operasional kepada OpCosnya.
Transformasi ini juga dimaksudkan untuk memperkuat penciptaan nilai di seluruh Telkom Group dengan memungkinkan masing-masing perusahaan yang beroperasi untuk fokus pada bisnisnya masing-masing sementara Telkom mengelola portofolio yang lebih luas.
BP BUMN mengarahkan proses perampingan sebagai bagian dari upaya optimalisasi peran Telkom dalam ekosistem Danantara dan perekonomian nasional.
Restrukturisasi ini diharapkan dapat memposisikan Telkom sebagai perusahaan induk strategis yang lebih fokus, dengan struktur grup yang disederhanakan dan pemisahan yang lebih jelas antara pengawasan strategis dan pelaksanaan operasional.
Pengurangan jumlah anak perusahaan dari 68 menjadi 18 merupakan bagian dari agenda transformasi Telkom yang lebih luas seiring dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan alokasi modal, dan memperkuat nilai portofolio bisnisnya secara keseluruhan.


