Ribuan orang mengungsi setelah gempa di Indonesia menewaskan 53 orang, gempa susulan menghambat upaya penyelamatan

By Ananda Teresia

MAUMERE, Indonesia, 16 Agustus (Reuters) – Sekitar 5.000 orang telah dievakuasi setelah gempa berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Indonesia bagian timur, menewaskan sedikitnya 53 orang, memblokir jalan dan menyebabkan tanah longsor, kata pihak berwenang pada Minggu.

Mereka menambahkan bahwa lebih dari 130 orang terluka, banyak di antaranya mengalami patah tulang.

Gempa yang terjadi pada hari Sabtu adalah yang paling mematikan di negara Asia Tenggara ini sejak gempa tahun 2022 yang menewaskan ratusan orang di Jawa Barat.

Lebih dari 3.300 orang di wilayah Sikka di Indonesia – salah satu wilayah yang terkena dampak paling parah – melakukan evakuasi mandiri atau berada di arena olahraga, menurut badan mitigasi bencana nasional, yang dikenal sebagai BNPB.

Beberapa warga terdampar di luar rumah yang roboh di bawah tenda darurat yang terbuat dari terpal, sementara yang lain mendapat perawatan di tenda di luar rumah sakit setempat.

Sebagai negara kepulauan yang luas dan berpenduduk 290 juta jiwa, Indonesia terletak di ‌Cincin Api Pasifik, yaitu zona aktif seismik tempat pertemuan lempeng tektonik, yang ⁠ sering memicu gempa bumi dan letusan gunung berapi.

TAKUT TERHADAP ⁠Gempa susulan

Di pelabuhan Maumere yang sekarang ditutup, dipenuhi puing-puing dari atap dan dinding yang runtuh, warga mengatakan kepada Reuters bahwa mereka takut akan gempa susulan.

Badan bencana mengatakan pada hari Minggu hampir seribu gempa susulan telah terjadi sejak gempa tersebut.

Di dekatnya, ratusan warga memenuhi stadion olahraga yang ditetapkan sebagai tempat evakuasi.

Saat matahari mulai terbenam, warga mengantri untuk mendapatkan minuman hangat. Beberapa ibu mengaitkan pakaian ke rangka tenda untuk dijadikan buaian darurat bagi bayinya. Anak-anak lain bermain sepak bola ⁠di luar.

Salah satu ibu tersebut adalah Lisda, 22 tahun, yang memilih ⁠berada di tenda bersama bayi kembarnya karena takut tidur di dalam rumahnya.

Di dalam tenda lainnya, Yuvienta Saen, 67 tahun, menceritakan kemalangannya. Saat merasakan gempa saat salat subuh, ia harus memilih antara suaminya yang lumpuh atau dirinya sendiri.

“Dia bilang padaku, kamu lari, aku serahkan nasibku pada Tuhan,” katanya, seraya menambahkan bahwa tenda tersebut kekurangan air bersih dan selimut.

Daerah gempa tersebut pernah dilanda gempa berkekuatan 7,5 skala Richter pada tahun 1992 yang menyebabkan kerusakan parah, kata Badan Geofisika Indonesia.

Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, kepala badan mitigasi bencana di wilayah tersebut, mengatakan ⁠gempa tersebut membawa kembali kenangan.

“Kami sudah sering mengalami gempa. Tapi gempa ini benar-benar mengingatkan kembali trauma yang terjadi pada tahun 1992,” katanya, merujuk pada truk yang membawa bantuan dan tenda.

Suryaman, seorang pejabat lembaga penyelamat, mengatakan kepada Reuters bahwa ⁠prioritasnya adalah membersihkan puing-puing di ‌daerah yang paling terkena dampak di Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo untuk menemukan orang-orang yang mungkin masih ⁠terperangkap di bawah reruntuhan.

Suryaman mengatakan pihaknya belum menerima laporan orang hilang, namun menambahkan bahwa tanah longsor dan gempa susulan menghambat pencarian.

Lebih dari 3.500 perwira militer dan polisi telah dikerahkan ke wilayah tersebut, kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam sebuah pernyataan.

Pasokan listrik hampir pulih sepenuhnya, namun pihak berwenang masih berupaya memperbaiki jalur distribusi, kata perusahaan utilitas negara Perusahaan Listrik Negara pada hari Minggu.

Pemerintah Nusa Tenggara Timur telah mengumumkan keadaan darurat di provinsi tersebut, kata BNPB, sebuah langkah yang memungkinkan pihak berwenang untuk memobilisasi sumber daya dan pendanaan.

(Additional reporting by Dewi Kurniawati and Bernadette Christina in Jakarta; Reporting and writing by Stanley Widianto; Editing by ​William Mallard and Christina Fincher)