Pimpinan Daerah NU Isyaratkan Pemilihan Pemimpin Cepat – Politik

Para pemimpin daerah ahdlatul Ulama (NU) telah menyarankan pemilihan kepemimpinan cepat jika upaya rekonsiliasi gagal menentukan kepemimpinan kelompok tersebut dan menyelesaikan sengketa kepemimpinan Yahya Cholil Staquf.

Lebih dari 500 pengurus daerah dan ulama berkumpul pada hari Minggu di Pondok Pesantren Lirboyo NU di Kediri, Jawa Timur untuk rapat pleno, yang dikenal sebagai musyawarah kubro, untuk menyelesaikan persaingan klaim mengenai siapa yang memegang otoritas sah di NU setelah dewan tertinggi memecat Yahya dan menunjuk penjabat ketua.

Forum hari Minggu menghasilkan rekomendasi tiga langkah, termasuk seruan bagi kedua kubu yang berlawanan untuk melakukan rekonsiliasi, yang dikenal sebagai islah, dan menyelesaikan masalah kepemimpinan paling lambat pada hari Rabu.

Jika gagal, kedua kubu harus menyerahkan mandat mereka kepada dewan penasihat NU sehingga membentuk komite netral yang akan menyelenggarakan kongres mendatang untuk memilih ketua pasti, yang dijadwalkan pada akhir tahun depan. Panitia tersebut harus dibentuk paling lambat sehari setelah batas waktu rekonsiliasi.

Jika tidak ada pilihan yang berhasil, pertemuan hari Minggu ini akan mendorong diadakannya pemilu sela pada awal tahun depan untuk menyelesaikan masalah ini untuk selamanya.

“Keputusan ini diambil dengan sebenar-benarnya berdasarkan musyawarah besar kami, dan ditandatangani oleh para peserta yang hadir, baik secara langsung maupun melalui jalur ,” kata Ubaidullah Shodaqoh dari NU Cabang Jawa Tengah, saat membacakan rekomendasi tersebut, Minggu, seperti dikutip dari laman NU.

Setiap Senin, Rabu dan Jumat pagi.

Dikirim langsung ke kotak masuk Anda tiga kali seminggu, pengarahan yang dikurasi ini memberikan gambaran singkat tentang isu-isu terpenting hari ini, yang mencakup berbagai topik mulai dari politik hingga budaya dan masyarakat.

untuk mendaftar buletin kami!

Silakan periksa email Anda untuk berlangganan buletin Anda.

Lihat Buletin Lainnya

Yahya, yang menghadiri forum tersebut, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan kembali “keterbukaannya untuk berdamai,” dan menambahkan bahwa dia juga bersedia “menunjukkan bukti dan saksi” mengenai setiap tuduhan yang dilontarkan terhadapnya.