Inisiatif Literasi Keuangan Perusahaan Fintech di Indonesia 2026

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) melakukan survei terhadap bentuk inisiatif literasi keuangan yang diterapkan oleh perusahaan fintech di Indonesia dalam Survei Anggota Tahunan 2025-2026.

Hasilnya menunjukkan bahwa 54% responden melakukan kampanye dan program edukasi publik, dan 16% melakukannya melalui kemitraan dengan pemerintah atau regulator.

Kemudian, sebanyak 7% responden menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan atau organisasi nirlaba, 5% melalui bentuk inisiatif lain, dan 19% menyatakan belum memiliki program literasi keuangan khusus.

Menurut AFTECH, temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan digital telah menjadi bagian dari praktik bisnis sebagian besar perusahaan fintech.

“Dominasi kampanye pendidikan publik mencerminkan upaya industri untuk menjangkau masyarakat dalam skala yang lebih besar,” jelas AFTECH.

Sementara kemitraan dengan regulator dan lembaga pendidikan menunjukkan bahwa literasi semakin dipandang sebagai agenda bersama yang memerlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, ujarnya.

Survei dilakukan secara online pada 16 April hingga 3 Juni 2026 dan melibatkan 141 perusahaan anggota AFTECH yang terdiri dari 121 tanggapan lengkap dan 20 tanggapan parsial.

Persentasenya dihitung dengan menggunakan pendekatan denominator respons yang valid, berdasarkan jumlah responden yang menjawab pertanyaan. Untuk inisiatif literasi keuangan, responden yang terlibat berasal dari 121 perusahaan.

Untuk melengkapi temuan kuantitatif survei, AFTECH mengadakan lima sesi diskusi kelompok terfokus (FGD) tertutup sebagai bagian dari proses validasi dan pendalaman Survei Anggota Tahunan pada tanggal 3 hingga 5 Juni 2026.

“Pengungkapan: Ini adalah terjemahan artikel asli yang dibuat oleh AI. Kami mengupayakan keakuratan, namun perlu diingat bahwa terjemahan otomatis mungkin mengandung kesalahan atau sedikit inkonsistensi.”