Indonesia Mengatakan Belum Ada Kelalaian yang Ditemukan dalam Kematian Peserta Koperasi

Jakarta. Pihak berwenang Indonesia mengatakan mereka belum menemukan bukti kelalaian dalam kematian tiga peserta program pelatihan ala militer bagi calon manajer koperasi desa Merah Putih (KDMP) yang diprakarsai pemerintah, sambil menjanjikan peninjauan komprehensif terhadap program tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Jumat, mengatakan pemerintah masih mengevaluasi komponen pelatihan dasar kemiliteran yang diikuti calon anggota Koperasi Desa Merah Putih dan program koperasi desa nelayan.

Berdasarkan informasi dari Sekretariat Negara, sejauh ini tidak ditemukan adanya kelalaian, kata Dudung kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ketiga peserta tersebut terdaftar dalam program Sarjana Pelopor Pembangunan Indonesia (SPPI), yang meliputi pelatihan ala militer yang bertujuan untuk membangun kedisiplinan, kerja sama tim, dan kepemimpinan di kalangan calon pengelola koperasi.

IKLAN

Dudung mengatakan kematian tersebut tidak serta merta disebabkan oleh pelatihan itu sendiri, mengingat latihan fisik yang dilakukan peserta SPPI tidak dianggap terlalu berat. Ia menambahkan, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti program tersebut.

“Tidak setiap kematian bisa langsung dikaitkan dengan pelatihan militer,” katanya. “Mungkin ada faktor fisik, mental, atau faktor lain yang terlibat.”

Korban tewas terakhir menimpa Novia Rahmadhani Sitohang, peserta yang sedang menjalani pelatihan di pusat pendidikan TNI AU. Dia meninggal pada 23 Juni setelah dirawat di rumah sakit karena komplikasi kesehatan.

Sebelumnya, Anisa Muyassaroh yang mengikuti pelatihan di Balikpapan dan Yonanda Muhammad Taufiq peserta asal Sumsel juga meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti program.

Kementerian Pertahanan mengatakan ketiga peserta telah menerima perawatan medis dari tim unit kesehatan sebelum dirujuk ke rumah sakit dan setiap kasus melibatkan kondisi medis yang berbeda.

Kematian tersebut telah menarik perhatian pada salah satu inisiatif pembangunan pedesaan yang paling ambisius dari pemerintah. Pihak berwenang menargetkan untuk mendirikan 80.081 koperasi desa Merah Putih secara nasional pada tahun 2029. Sekitar 11.000 koperasi telah didirikan, sementara sekitar 1.000 koperasi telah beroperasi.

Koperasi dimaksudkan untuk memperpendek rantai pasokan pangan, menurunkan harga konsumen, meningkatkan akses terhadap pembiayaan, dan merangsang kegiatan ekonomi di daerah pedesaan. Pemerintah memperkirakan inisiatif ini pada akhirnya dapat menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja di seluruh desa di Indonesia.

Berdasarkan sistem pelatihan saat ini, calon manajer menjalani pengajaran selama 45 hari, termasuk 30 hari pelatihan dasar militer yang dilaksanakan di bawah program komponen cadangan Kementerian Pertahanan, diikuti dengan 15 hari pendidikan manajerial dan teknis.

Sekitar 30.000 calon manajer koperasi desa dan 5.476 calon koperasi desa nelayan lainnya saat ini berpartisipasi dalam program pelatihan di 67 fasilitas militer di seluruh negeri.

Banyaknya korban jiwa telah meningkatkan pengawasan terhadap keputusan pemerintah untuk memasukkan pelatihan gaya militer ke dalam program yang dirancang untuk mempersiapkan para manajer koperasi.

Pakar kebijakan publik Achmad Nur Hidayat dari UPN Veteran Jakarta mempertanyakan apakah permasalahannya tidak hanya terletak pada kondisi kesehatan peserta tetapi juga pada desain program pelatihan itu sendiri.

Ia berpendapat bahwa koperasi desa memerlukan keterampilan seperti akuntansi, manajemen rantai pasokan, tata kelola dan pengawasan keuangan daripada disiplin militer.

“Masalah yang dihadapi koperasi bukanlah kurangnya latihan berbaris,” kata Achmad. “Tantangannya adalah institusi yang lemah, tata kelola yang buruk, dan kapasitas manajerial yang terbatas.”

Dia menyerukan penghentian sementara latihan fisik berisiko tinggi sampai kajian independen selesai dan mendesak pemerintah untuk memfokuskan kembali kurikulum pada manajemen bisnis, antikorupsi, logistik dan tata kelola koperasi.

Meskipun ada korban jiwa, pemerintah mengatakan inisiatif kerja sama yang lebih luas akan terus berlanjut.

Wakil Menteri Luar Negeri Juri Ardiantoro mengatakan kematian tersebut harus dipisahkan dari program koperasi desa itu sendiri, yang masih menjadi salah satu inisiatif andalan Presiden Prabowo Subianto.

“Program Koperasi Merah Putih akan terus berlanjut,” kata Juri awal pekan ini, sambil menambahkan bahwa pemerintah akan mengevaluasi komponen pelatihan militer dan menerapkan langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa.

Dudung juga membela dimasukkannya pelatihan gaya militer, dengan mengatakan hal itu membantu menumbuhkan disiplin, loyalitas, dan kerja sama tim di antara para peserta, sambil menekankan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam program pelatihan di masa depan.

Tag: Kata Kunci: