Bener Meriah, Aceh. Indonesia bertujuan untuk melipatgandakan nilai ekspor kopinya menjadi Rp 100 triliun ($5,5 miliar) dalam jangka panjang dengan meningkatkan produktivitas, memperluas penggunaan bibit unggul, dan memperkuat industri kopi negara dari tingkat petani, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada hari Selasa.
Target tersebut diumumkan Amran saat berkunjung ke pusat pembibitan kopi di Bener Meriah, Aceh, di mana ia memuji reputasi internasional kopi Gayo yang terkenal di kawasan itu.
“Kopi Gayo sudah dikenal mendunia,” kata Amran. “Saya ingat bertemu dengan mantan Presiden AS Bill Clinton saat berkunjung ke Meksiko dan Argentina, dan pembicaraan beralih ke kopi Gayo. Ini membuat saya bangga karena menunjukkan bahwa kopi Gayo telah mendapat pengakuan global. Oleh karena itu, kita harus terus mendukung para petani kopi, khususnya di Aceh.”
Pemerintah telah mengalokasikan program pengembangan kopi seluas kurang lebih 17.000 hektar di Aceh yang didukung dengan pendistribusian 17 juta bibit kopi.
IKLAN
Amran mengatakan kopi berpotensi menjadi salah satu komoditas ekspor pertanian unggulan Indonesia.
“Ekspor kopi saat ini nilainya sekitar Rp 40 triliun. Kami ingin meningkatkannya menjadi Rp 100 triliun karena potensinya sangat besar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga kopi baru-baru ini – menjadi sekitar Rp 110.000 per kilogram, dibandingkan sebelumnya sekitar Rp 50.000 – memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan petani.
Pemerintah berencana untuk meningkatkan produksi sekaligus memperbaiki sistem pemasaran dan distribusi sehingga sebagian besar nilai komoditas dapat dipegang oleh para petani kopi.
Amran juga mengatakan Indonesia memperkuat sistem ekspor nasional untuk meningkatkan posisi tawar negara di pasar komoditas global.
Tujuan jangka panjangnya, katanya, adalah agar Indonesia tidak hanya memasok produk pertanian mentah, namun juga memainkan peran yang lebih besar dalam mempengaruhi harga komoditas ekspor utama, termasuk kopi.
“Kami ingin Indonesia, sebagai produsen utama, memiliki daya tawar yang lebih kuat. Nilai tambah yang dihasilkan oleh komoditas kita harus lebih bermanfaat bagi petani dan negara, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tag: Kata Kunci:


