Mahasiswa kembali turun ke jalan karena pemborosan – Politik

Ratusan mahasiswa kembali turun ke jalan pada hari Jumat untuk menentang prioritas belanja Presiden Prabowo Subianto, dengan alasan bahwa program-program unggulan yang mahal melemahkan upaya untuk menanggapi tekanan ekonomi yang semakin meningkat.

Dijuluki #MenujuIndonesiaBangkrut (Menuju Indonesia Bangkrut), protes ini berpusat pada lima tuntutan, termasuk seruan kepada pemerintah untuk mengekang pengeluaran yang boros, menurunkan harga bahan bakar dan bahan pokok, serta menghentikan makanan bergizi gratis senilai miliaran dolar dan program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan oleh Presiden.

Pada Jumat sore, mahasiswa Universitas Indonesia (UI), IPB University dan Politeknik Negeri Jakarta, serta beberapa kampus lainnya berbaris menuju bundaran Hotel Indonesia (HI), namun dihadang beberapa ratus meter dari landmark tersebut oleh barisan polisi dan personel militer.

Beberapa pengunjuk rasa juga dicegat dalam perjalanan dan diarahkan untuk mengadakan unjuk rasa di Kompleks Legislatif Senayan, namun para pengunjuk rasa menolak, dengan mengatakan bahwa mereka tidak lagi mempercayai anggota parlemen untuk mewakili kepentingan publik.

“Kami tidak lagi percaya [either the legislative or the executive branch] karena mereka saling berpihak sehingga membuat rakyat menderita,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI (BEM UI) Yatalathof Imawan.

Baca juga: Pemadaman listrik berulang kali di seluruh Indonesia membuat keandalan PLN dipertanyakan

Setiap Senin, Rabu dan Jumat pagi.

Dikirim langsung ke kotak masuk Anda tiga kali seminggu, pengarahan yang dikurasi ini memberikan gambaran singkat tentang isu-isu terpenting hari ini, yang mencakup berbagai topik mulai dari politik hingga budaya dan masyarakat.

untuk mendaftar buletin kami!

Silakan periksa email Anda untuk berlangganan buletin Anda.

Lihat Buletin Lainnya

Para mahasiswa juga menyerukan diakhirinya militerisasi urusan sipil, yang merupakan salah satu tuntutan utama protes tersebut. Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar. Budi Hermanto sebelumnya mengatakan, sebanyak 4.151 personel keamanan, termasuk sekitar 500 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi tersebut.